Rabu, 01-04-2026
  • Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Website KANDAGA - Kesatuan Garda GalunggungAssalamu'alaikum, Selamat Datang di Website KANDAGA - Kesatuan Garda GalunggungAssalamu'alaikum, Selamat Datang di Website KANDAGA - Kesatuan Garda GalunggungAssalamu'alaikum, Selamat Datang di Website KANDAGA - Kesatuan Garda GalunggungAssalamu'alaikum, Selamat Datang di Website KANDAGA - Kesatuan Garda GalunggungAssalamu'alaikum, Selamat Datang di Website KANDAGA - Kesatuan Garda GalunggungAssalamu'alaikum, Selamat Datang di Website KANDAGA - Kesatuan Garda GalunggungAssalamu'alaikum, Selamat Datang di Website KANDAGA - Kesatuan Garda Galunggung
  • Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Website KANDAGA - Kesatuan Garda GalunggungAssalamu'alaikum, Selamat Datang di Website KANDAGA - Kesatuan Garda GalunggungAssalamu'alaikum, Selamat Datang di Website KANDAGA - Kesatuan Garda GalunggungAssalamu'alaikum, Selamat Datang di Website KANDAGA - Kesatuan Garda GalunggungAssalamu'alaikum, Selamat Datang di Website KANDAGA - Kesatuan Garda GalunggungAssalamu'alaikum, Selamat Datang di Website KANDAGA - Kesatuan Garda GalunggungAssalamu'alaikum, Selamat Datang di Website KANDAGA - Kesatuan Garda GalunggungAssalamu'alaikum, Selamat Datang di Website KANDAGA - Kesatuan Garda Galunggung

Pimpinan Pertama Kandaga Sepuh

Diterbitkan : Sabtu, 19 April 2025

Beliau adalah KH. Muhammad Sulthon bin Pangeresa Eyang Sepuh Bantarpayung (PESB) bin Ama Muklar bin Ibu Mas Asiyem binti Ibu Mas Endra Jami binti Wali Agung Mahmud Bandung dari Ibu Mas Reja Jami) bin Syekh Kyai Asmaddin Bendungan bin Syekh Kyai Shomaddin Pamijahan bin Syekh Kyai Mas Dalem Bojong Pamijahan (Syekh Bagus Muhyiddin) bin ‘Umdâtuddin Syekh Abdul Muhyi Waliyulloh Pamijahan rodhiyallohu ‘anhum.

Sebagai Putra bungsu (ke-14) dari PESB, beliau dianugrahi Alloh ketabakhkhuran dalam ilmu Tauhid.

“Manusa anu hade teh manusa anu alus tapak gawena, ngaheueuhkeun ta’tsir qudroh jeung irodah Alloh dina kahirupannana, (manusia yg baik itu adalah manusia yg baik rekam jejaknya, meyakinkan ta’tsir qudroh & irodah Alloh dlm kehodupannya,” diantara ungkapannya.

Wahdatul ummah (kesatuan umat) merupakan tagline yang selalu diteriakkannya dalam kebanyakan retorikanya, dan Kandaga merupakan wujud nyata dari cita-cita besarnya tersebut.

“Ieu nu diharepkeun ku Aa ti baheula teh (Inilah yang Kakenda harapkan sejak dulu)”, ujarnya kepada salah satu cucunya di sela-sela diskusi perihal Kandaga pada penghujung tahun 2017.

Berawal dari harapannya untuk menyatukan dzurriyah PESB melalui silaturahmi keluarga yang disebut BANI, beliau sempat menyaksian bagaimana anak cucunya berjuang membentuk wadah Kesatuan umat, Kandaga ini Aral melintang, beliau tegaskan untuk terus dihadapi agar para generasinya tidak menyerah kalah.

“Eyang teh berjuang keur agama jeung Nagara. Bukti perjuangan Agama atos jelas ku ayana pasantren. Bukti keur Nagara, anjeuna menolak ajakan DI/TII, bahkan ngalawan nepi ka janten Syuhada 53 sareng para putra/putu (Eyang itu berjuang untuk Agama & Negara. Bukti untuk Agama adalah Pesantrennya, bukti untuk Negara itu dengan penolakannya terhadap ajakan DI/TII, bahkan dengan tegas melawan sehingga menjadi Pahlawan Syuhada di tahun 1953).”

Itu diantara obrolannya, seakan menjadi pesan moral bagi para generasinya agar hidup tidak keluar dari perjuangan untuk Agama & Negara. Beliau yang lahir di tahun 1933 menutup usia pada Jum’at Januari 2019. Pada hari kamisnya, beliau amanat agar pengecatan masjid segera diselesaikan sebab besok akan banyak tamu. Subhanalloh.

Semoga Alloh meridhoinya. Aamiin Alfatihah

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan

Penulis : kandaga

Tulisan Lainnya